Banner

Breaking News

Ini Makna Kalimat Tauhid Menurut Kiai Iftah


Kiai Iftah Sidik

Pengasuh Pondok Pesantren Fatahillah, Mustikajaya, Kota Bekasi, KH Ahmad Iftah Sidik mengungkapkan bahwa kalimat tauhid laa ilaaha illalLah memiliki berbagai makna.

Hal tersebut diungkapkannya sebagai respons atas tindakan keji yang dilakukan sekelompok suporter sepakbola, beberapa hari yang lalu.

“Pertama, makna kalimat tauhid itu adalah kita menyadari dan mengimani bahwa tiada yang dicari kecuali Allah. Yakni laa mathluba illalLah,” kata Kiai Iftah, demikian ia akrab disapa, kepada Redaksi Media NU Kota Bekasi, pada Selasa (25/9).

Kedua, lanjutnya, bahwa tidak ada tujuan kecuali Allah. Yakni laa maqshuda illalLah. Kemudian yang ketiga adalah tiada yang disembah kecuali Allah, laa ma’buda illalLah.

“Lalu yang terakhir adalah laa maujuda ilalLah. Yaitu tiada yang benar-benar eksis kecuali Allah,” jelas Bendahara PP Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) ini.

Menurutnya, para suporter itu barangkali lupa bahwa seharusnya mengucapkan kalimat tauhid mesti disertai dengan menafikan penuhanan terhadap ego, ambisi kemanusiaan, syahwat dunia, kebencian, dendam kesumat, dan nafsu angkara.

Ia lantas menambahkan bahwa para ulama salafusshalih ketika bertakbir dan bertahlil senantiasa disertai dengan menunduk malu kepada Allah. Merasa telanjang dengan aurat yang terlihat jelas di mata Allah.

“Itulah yang seharusnya kita lakukan dengan mencontoh para ulama terdahulu. Bukan justru meneriakkan kalimat tauhid untuk menelanjangi orang lain,” pungkasnya. (Aru Elgete)

Tidak ada komentar