Banner

Breaking News

Kiai Iftah Sidik Punya Istilah Trilogi NU, Begini Penjelasannya...


KH Ahmad Iftah Sidik

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, tentu memiliki fokus terhadap basis massa. Peran dan tindak-tanduknya tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.

"Maka saya punya istilah yaitu Trilogi NU. Artinya ada kesinambungan antara jam'iyyah, pengurus, dan jama'ah," kata Pengurus Pondok Pesantren Fatahillah, Mustikajaya, Kota Bekasi, KH Ahmad Iftah Sidik, kepada Media NU Kota Bekasi, pada Sabtu (22/9).

Menurutnya, ketiga hal tersebut harus saling bersinergi dan menguatkan satu sama lain. Apabila salah satu diantaranya lemah, maka akan memberi dampak buruk pada yang lain.

"Para pengurus NU harus sering-sering melakukan rutinitas di lingkungan masyarakat. Misal lailatul ijtima', pengajian, dan lain sebagainya. Kalau itu berhasil, maka jam'iyyah atau organisasi akan kuat," jelasnya.

Begitu pula halnya jika jama'ah yang sering bersentuhan langsung dengan jam'iyyah karena rutinitas yang dilakukan, maka mereka akan mengenal NU secara mendalam.

"Kalau jama'ah sudah mengetahui NU secara mendalam, dijamin mereka akan loyal bahkan royal terhadap jam'iyyah. Pengurus tidak akan kesulitan lagi mencari generasi untuk melanjutkan menjadi pengurus NU berikutnya," lanjut Kiai Iftah.

Kemudian, ia menambahkan, bahwa terdapat dua cara yang harus dilakukan pengurus NU untuk melakukan perbaikan dan pembaruan terhadap organisasi. Pertama, top down. 

"Yaitu pola yang dilakukan dari atas ke bawah. Misalnya, pengurus NU di tingkat kota/kabupaten sering-seringlah menggerakkan NU dengan kaderisasi di tingkat kecamatan. Kemudian kecamatan menggerakkan ranting. Terus hingga ke bawah," tuturnya.

Jika itu dilakukan, kegiatan NU akan terus berjalan tanpa henti. Dari atas hingga bawah, bergerak bersama-sama untuk menghidupi NU.

Namun apabila cara tersebut dirasa kurang efektif untuk diterapkan. Maka, lakukan pola yang kedua.Yakni botton up. Dari bawah ke atas.

"Mulailah memberdayakan dan menguatkan dengan berbagai rutinitas keseharian di level ranting. Maka timbul soliditas di sana. Nah, mau tidak mau, pengurus yang ada di tingkat atasnya bakal terinspirasi dengan melakukan hal yang sama," pungkasnya.

(Aru Elgete)

Tidak ada komentar