Banner

Breaking News

Ahad Nanti, Sekitar 3000 Santri se-Kota Bekasi Turun ke Jalan


Ustadz Nurul Akmal

Pada Ahad, 21 Oktober 2018, sebanyak 3000 santri se-Kota Bekasi akan turun ke jalan, memadati ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Mereka akan memeriahkan peringatan Hari Santri 22 Oktober yang telah ditetapkan sejak empat tahun lalu oleh Presiden RI, Joko Widodo.

"Kami sudah koordinasi dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi," kata Ketua Panitia Pelaksana Hari Santri tingkat Kota Bekasi, Ustadz Nurul Akmal, Kamis (18/10) malam.

Sekitar 90 pondok pesantren, lanjutnya, akan mengerahkan para santrinya dalam agenda Hari Santri tingkat Kota Bekasi, yakni Pawai dan Apel Akbar.

Dikatakan, seluruh santri yang hadir nanti akan mengenakan kain sarung dan berjalan dari Plaza Pemkot Bekasi menuju Islamic Centre KH Noer Ali. Kemudian dilanjut dengan Apel Akbar sekaligus pembacaan teks Resolusi Jihad NU.

"Kita akan sama-sama mengingat sejarah bahwa para ulama terdahulu telah menanamkan jiwa patriotisme dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari para penjajah," ungkapnya.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bekasi ini melanjutkan bahwa tidak akan ada Peristiwa 10 November di Surabaya jika tanpa Resolusi Jihad NU.

"Karena itulah, sejarah penting ini harus terus digaungkan agar para santri semakin bertambah cintanya kepada Nahdlatul Ulama. Sebab di buku-buku sejarah pada umumnya, tidak pernah ada yang mencantumkan peran besar santri dan ulama untuk negeri ini," kata Bang Akmal, demikian ia akrab disapa.

Momentum Hari Santri ini, lanjutnya, menjadi kebanggaan dan kebersyukuran diri bagi warga NU. Maka, mencintai bangsa dan negara ini atau nasionalisme hukumnya wajib.

"Di NU, kita akrab dengan istilah NKRI Harga Mati. Itu artinya bagi NU, antara agama dan negara sudah tidak bisa dipertentangkan. Karena semuanya sudah final," pungkasnya. (Aru Elgete)

Tidak ada komentar