Banner

Breaking News

Diiringi Shalawat Nahdliyah, IPNU Adakan Malam Renungan untuk Palu dan Donggala




Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bekasi menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Pondok Pesantren Fatahillah, Kampung Asem, Mustikajaya, pada Sabtu-Ahad (5-6/7).

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ketua PC IPNU Kota Bekasi Adi Prastyo mengajak para peserta untuk melingkar bersama untuk merenung dan mendoakan Bencana Alam yang menimpa Kota Palu dan Kabupaten Donggala, di Sulawesi Tengah.

Ia menjelaskan bahwa doa bersama itu diiringi oleh Shalawat Nahdliyah dan Shalawat Asyghil. Tujuannya, agar menguatkan ke-NU-an para peserta dan terhindar dari berbagai kezaliman yang kerap menghalangi negeri ini untuk maju.

Maka, sudah saatnya bangsa Indonesia ini bersatu. Jangan lagi saling melempar kebencian, terlebih menyebut bahwa bencana di sana adalah salah satu bentuk pemberian azab yang Allah berikan. 

"Itu keji," kata Tio, begitu ia akrab disapa, pada Ahad (7/10) dini hari.

Karenanya, ia melanjutkan, malam renungan dan doa bersama itu sengaja diadakan, untuk mengingatkan bahwa bencana di Palu dan Donggala itu adalah salah satu kuasa Allah agar bangsa Indonesia bersatu.

"Bencana Palu dan Donggala ada duka bersama, duka nusantara, duka seluruh elemen bangsa Indonesia," katanya.

Lilin-lilin dinyalakan di dalam lingkaran, lanjut Tio, sebagai bukti kalau di setiap bencana yang menimpa pasti ada secercah harapan dan cahaya untuk segera bangkit dari keterpurukan.

"Cahaya lilin menyiratkan bahwa harapan itu nyata. Kita tak boleh berputus asa atau menyerah atas bencana yang melanda. Kita justru bersatu, gotong royong, dan bersama-sama membantu saudara-saudara kita di sana," jelasnya.

Sebagai informasi, Makesta diikuti oleh 25 orang santri Ponpes Fatahillah. Para peserta diberi berbagai materi, diantaranya ke-NU-an dan Keaswajaan. Setelah Makesta, diadakan Rapat Anggota pembentukan Pimpinan Komisariat. (Aru Elgete)

Tidak ada komentar