Banner

Breaking News

HSN 2018, NU Kota Bekasi Adakan Festival Sholawatkustik




Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bekasi mengadakan Festival Sholawatkustik, pada 21 Oktober mendatang.

Bekerjasama dengan Pengurus PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Bekasi, maka festival tersebut dikhususkan bagi kalangan pelajar dan santri.

Menariknya, Festival Sholawatkustik ini memperebutkan Piala Walikota Bekasi, yakni yang juga menjabat sebagai Mustasyar PCNU Kota Bekasi, H Rahmat Effendi.

"Karena memperebutkan Piala Walikota, maka festival ini akan diadakan di area Kantor Walikota Bekasi. Insyaallah di Pendopo Pak Walikota atau biar asyik kita bisa saja adakan di taman Walikota. Kita lihat nanti," kata Ketua IPNU Kota Bekasi, Adi Prastyo, pada Senin (1/10).

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku. Pertama, peserta adalah grup dengan minimal 3 orang personil. Kedua, membawakan 1 lagu wajib. Ketiga, setiap grup membawakan lagu dengan berdurasi tidak kurang dari 15 menit.

"Lagu wajibnya ada 3. Yaitu Sholawat Badar, Ya Lal Wathon, dan Sholawat Nahdliyah. Pilih salah satu. Untuk lagu lain silakan asalkan itu sholawat, dan tidak lebih dari durasi yang ditentukan," kata Tyo, demikian ia akrab disapa.

Sementara itu, pemenang pertama hingga ketiga akan mendapat hadiah berupa piala dari Walikota Bekasi dan uang pembinaan.

"Juara pertama, mendapatkan Rp1.500.000. Kedua, Rp100.000, dan ketiga Rp500.000," katanya.

Bagi peserta yang ingin mendaftar, lanjut Tyo, bisa menghubungi Koordinator Festival Sholawatkustik. 

"Salah satu diantara koordinator itu adalah Fauzi. Silakan menghubunginya di nomor 0895-34808-2664. Ayo segera mendaftar," katanya.

Tyo menjelaskan bahwa Festivalkustik diadakan sebagai bagian dari upaya dakwah NU dengan kemasan kekinian. Baginya, Sholawat di era milenial haruslah dinyanyikan dengan gaya yang berbeda.

"Sudah saatnya NU melakukan dakwah yang seperti ini. Merangkul anak muda dan generasi milenial agar NU punya kemasan baru," pungkasnya. (Aru Elgete)

Tidak ada komentar