Banner

Breaking News

Pemuda NU Diminta Sudahi Ejekan untuk Ratna Sarumpaet


Ratna Sarumpaet dalam sebuah lakon di panggung teater. Sumber: indonesiakaya.com

Kasus berita bohong yang dilakukan Ratna Sarumpaet (RS) menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan. Bahkan hingga permintaan maaf dilakukan pun, sebagian masyarakat masih melemparkan berbagai lelucuan untuk aktivis perempuan yang satu itu.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bekasi, Ahmad Nurul Hadi turut memberikan pernyataan.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Nur ini, siapa pun yang telah meminta maaf, tak perlu lagi diungkit aibnya. Sebab, RS pun sudah ditangani oleh pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

"Mereka yang sudah meminta maaf, jangan diungkit lagi aibnya, sudah ditangani pihak kepolisian kasus hukumnya," kata Cak Nur, kepada Media NU Kota Bekasi, Jum'at (5/10).

Ia melanjutkan, setiap manusia di muka bumi ini pasti pernah melakukan kesalahan. Maka, memberikan maaf dan tidak mengumbar kesalahan di masa lalu yang telah dilakukan menjadi hal mulia.

"Saya rasa setiap kita pernah melakukan kesalahan. Jadi, cukuplah untuk memaafkan dan jangan mengumbar aib yang dilakukan oleh RS di hari kemarin," katanya.

Kemudian, ia mengajak seluruh aktivis muda NU untuk tidak ikut terjebak dalam kasus yang menimpa RS. Baik dengan cara menghakimi atau pun hanya berupa candaan dan ejekan.

"Kasus RS ini justru harus kita kritisi dengan mendorong masyarakat agar tidak terprovokasi dan menciptakan kegaduhan baru. Jadi, sudahi ejekan untuk RS," katanya.

Sebab, Cak Nur berasumsi jika kegaduhan baru tercipta maka ada beberapa pihak yang bakal mengambil keuntungan dari kegaduhan di tahun politik ini.

"Ya begitulah. Jangan buat kegaduhan lagi," pungkasnya. (Aru Elgete)

Tidak ada komentar