Banner

Breaking News

Ribuan Santri Ikut Pawai, KH Aiz Muhajirin: Hizbut Tahrir Tidak Ada!


Pawai Santri di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sekitar 6000 santri dari 40 pesantren se-Kota Bekasi memadati Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, pada Ahad (21/10).

Mereka datang dari berbagai latar belakang. Diantaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Islam (Persis).

Ribuan santri tersebut berjalan santai dengan mengenakan pakaian ala santri, menuju Masjid Nurul Islam, Komplek Islamic Centre  KH Noer Ali Bekasi.

Beberapa tokoh hadir, salah satunya adalah Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi, KH Aiz Muhajirin.

“Seluruh santri yang hadir pada hari ini berasal dari berbagai latar belakang naungan ormas Islam. Ada NU, Muhammadiyah, Persis. Tapi insyaallah tidak ada Hizbut Tahrir di sini,” ungkap Pengasuh PP Annida Al-Islamy ini.

Dikatakan, Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan inisiasi dari para kiai NU. Hal itu membuktikan bahwa NU dan pesantren adalah satu kesatuan yang saling bersinergi.

“Perjalanan NU tidak bisa lepas dari perjalanan dan peran pesantren. Karenanya, alangkah lebih sempurna jika kedua kekuatan itu dapat terus bekerjasama dan bersama-sama mengawal serta mengawasi pemerintahan di Kota Bekasi,” kata Kiai Aiz.

Kiai Aiz (kanan) memberikan cenderamata berupa Kitab Suci Al-Qur'an kepada Walikota Bekasi

Ia mengajak untuk mendukung Walikota Bekasi, H Rahmat Effendi, tapi juga harus mampu mengoreksi berbagai kekeliruan. Terlebih, jika langkah pemerintah bersinggungan dengan firman Allah dan sabda Nabi.

“Disitulah hakikatnya pondok pesantren untuk mendukung kebijakan pemerintah yang berada pada jalurnya. Tetapi santri akan berdiri paling depan, manakala kebijakannya sudah menyimpamg dari ketetapan Allah,” katanya.

Selain Kiai Aiz, hadir pula Walikota Bekasi, Pimpinan Pondok Pesantren se-Kota Bekasi, dan pengurus PCNU beserta badan otonomnya. (Aru Elgete)

Tidak ada komentar