Banner

Breaking News

Bekal Kematian Harus Disiapkan Sebanyak-banyaknya


Kiai Madinah saat ceramah, didampingi Rizki Topananda (kiri, kemeja putih)

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi KH Madinah mengajak setiap orang agar mampu membawa bekal sebanyak-banyaknya untuk menyambut kematian.

Hal tersebut dikatakan saat ceramah dalam peringatan tujuh hari wafat Ustadz Memed bin Saleh, ayahanda dari Sekretaris PW IPNU Jawa Barat Rizki Topananda, pada Senin (11/3) malam.

"Bekal itu kita harus siapkan, kapan dan di mana saja. Kalau (sewaktu-waktu) dipanggil Allah, kita bakal selamat dan mati dalam keadaan husnul khatimah," kata Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Madaniyyah, Jatiasih ini.

Menurutnya, diantara bekal agar mati dalam keadaan husnul khatimah adalah rajin salat di masjid, zakat, sedekah, puasa, mengaji, berbuat baik, dan bermanfaat bagi sesama manusia.

Kiai Madinah menganalogikan kematian sebagai perjalanan jauh yang mesti ditempuh dengan membutuhkan bekal cukup agar selamat hingga tiba di tempat tujuan.

"Sama seperti kita mau pergi. Kita harus punya bekal cukup. Biar sampe sono gak kebingungan harus ngapain. Makanya kita harus cari bekal yang cukup biar selamet," pungkas Kiai Madinah, dengan dialek Betawi-Bekasi yang menjadi ciri khasnya. (Aru Elgete)

Tidak ada komentar