Banner

Breaking News

Bersyukurlah Menjadi Umat Islam di Indonesia


Agus Usamah Zahid


Intelektual muda Nahdlatul Ulama Bekasi Agus Usamah Zahid mengungkapkan, umat Islam di Indonesia lebih beruntung daripada muslim yang ada di belahan dunia lain.

Kemudian, Pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini menyampaikan Qasidah Burdah yang berbunyi:

بشرى لنا معشر الاسلام ان لنا
 من العناية ركنا غير منهدم

لما دعا الله داعينا لطاعته
 باكرم الرسل كنا اكرم الامم

"Bahwa kita diberi kabar gembira karena kita dijadikan Allah sebagai umat Islam dari nabi yang paling mulia. Maka secara otomatis, kita pun menjadi makhluk yang paling mulia diantara makhluk lainnya," katanya kepada Media NU Bekasi, pada Jumat (28/6).

Menurutnya, kemuliaan dan keberuntungan sebagai umat Islam itu  bertambah lantaran dilahirkan sebagai bangsa Indonesia.

Mengapa demikian?

"Karena Islam di Indonesia adalah Islam yang benar-benar menjalankan konsep Islam rahmatan lil alamin, Islam yang menampilkan wajah ramah, penuh dengan toleransi, dan menghargai setiap perbedaan," kata Gus Usamah, demikian ia akrab disapa.

Ia lantas membandingkan dengan tampilan Islam di belahan dunia lain.

"Di wilayah asy-syarqul awsath (Timur Tengah), kita akan melihat Islam dengan wajah yang politis. Peperangan dan perebutan kekuasaan sudah biasa terjadi," jelas Bendahara Lembaga Dakwah PCNU Kabupaten Bekasi ini.

Sementara di negara-negara maghrib, seperti di Afrika dan sekitarnya, mayoritas penduduknya adalah muslim. Tetapi dengan segudang permasalahan sosial-ekonomi, Islam nampak sangat tertinggal.

"Di wilayah Asia Selatan, seperti Pakistan, India, dan Afghanistan konflik tidak pernah terhenti. Seolah, itu sudah menjadi ciri umat Islam di sana," katanya. 

Untuk menimbulkan rasa kebersyukuran atas nikmat menjadi umat Islam di Indonesia, Pengurus PP Rijalul Ansor ini mengajak untuk melihat bagaimana wajah Islam di tanah air. 

"Di Indonesia dan umumnya di Tanah Melayu, Islam sungguh damai. Masyarakatnya hidup dalam kerukunan," kata santri Kiai Mustamid Abbas Pondok Buntet Pesantren Cirebon ini.

Selain itu, lanjutnya, umat Islam di Indonesia dibebaskan untuk mengekspresikan dan menjalankan ibadah. Setiap orang juga boleh mempertahankan keimanannya.

"Ini adalah surga dunia," katanya menegaskan.

Kemudian, Gus Usamah menutup dengan pertanyaan retoris, "Dan dengan kenyamanan seperti itu, masihkah kalian ingin hijrah ke Suriah?"

Tidak ada komentar