Banner

Breaking News

Intelektual Muda NU Bekasi: Banggalah Menjadi NU


Sumber foto: Akun Facebook Usamah Zahid

Intelektual muda NU Bekasi, Agus Usamah Zahid mengungkapkan bahwa banyak orang NU yang tidak bangga dengan ke-NU-annya.

"Setidaknya itulah yang terlihat di Bekasi," katanya, melalui pesan singkat kepada Media NU Bekasi, Kamis (27/6). 

Padahal, lanjutnya, secara kultur, amaliyah di Bekasi sebenarnya sama dengan amalamln warga NU, seperti tahlilan, yasinan, dan maulidan.

"Kesadaran inilah yang perlu untuk ditingkatkan lagi. Kesadaran dan kebanggaan sebagai warga NU," kata Gus Usamah, yang juga merupakan anggota Deputi Bidang Dakwah dan Pesantren Pimpinan Pusat GP Ansor ini. 

Menurutnya, barangkali saja ada anggapan bahwa NU 'ndeso' sehingga menjadi kurang menarik atau tidak modern. 

"Ini perlu diluruskan, bahwa amaliyah tahlilan, yasinan, dan maulidan bukan berarti keterbelakang," tegas pria yang juga bertugas sebagai Bendahara di Lembaga Dakwah (LD) PCNU Kabupaten Bekasi ini.

Tetapi, ia melanjutkan, amaliyah-amaliyah Nahdliyah itu yang justru menjadi pondasi dan benteng terkuat dari Ahlussunnah wal Jamaah.

Dan kalau mau jujur, di Indonesia atau dalam lingkup kecil di Bekasi, hanya NU yang mampu bertahan serta menghadapi berbagai serangan dan gempuran. 

"Serangan dan gempuran itu adalah paham-paham serta akidah transnasional yang saat ini sedang mewabah," kata santri jebolan Pesantren Al-Muhibbin, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur ini. 

Bahkan menurutnya, kalau ditarik sejarah lebih ke belakang lagi, warga Nahdliyin akan mendapati bahwa tokoh-tokoh NU melalui Komite Hijaz telah menyelamatkan paham Aswaja dari kepunahan.

"Kepunahan itu karena kebijakan yang represif dari Ibnu Saud terhadap paham non-wahabi sejak berkuasa di Tanah Hijaz," kata Gus Usamah, yang juga pernah nyantri di Buntet Pesantren Cirebon.

Maka, sudah semestinya agar warga NU bangga terhadap ke-NU-annya. Sebab, warga NU merupakan pemilik saham terbesar akidah Aswaja di Bekasi, di Indonesia, bahkan di dunia.

"Jangan lagi kita minder sebagai Nahdliyin, jangan lagi disembunyikan ke-NU-an kita, saatnya kita bangkit dan tunjukkan bahwa kita adalah NU," pungkasnya dengan tegas. (Aru Elgete)

2 komentar: